Sakaratul Maut ialah terjadinya disaat seseorang manusia itu ingin menghembus nafas terakhirnya untuk mendatangi alam barzakh. Kematian itu sememangnya suatu yang pasti dan akan dialami oleh semua makhluk hidup. Proses tercabutnya nyawa manusia akan di awali dengan detik-detik menegangkan lagi menyakitkan. Peristiwa ini dikenal sebagai sakaratul maut.berikut adalah 7 cara iblis menggoda dan menggangu umat Islam disaat menghadapi sakaratul maut.

Sumber: google

1. Iblis yang datang pada golongan pertama ini menggoda manusia yang pada saat hidupnya sangat rakus dan tamak, maka iblis itu akan menyerupai emas perak, berlian dan macam-macam perhiasan, tapi kadang-kadang pula berupa makanan dan minuman yang lazat dan bila manusia itu mati dalam keadaan setelah godaan ini, iaitu lalai, lupa kepada Allah SWT maka mati dalam keadaan ini adalah mati dalam keadaan fasik dan munafik, nerakalah tempatnya.

2. Pada golongan kedua ini, Iblis akan merubah dirinya menjadi binatang yang ditakuti orang yang akan digodanya, dan apabila orang yang sakaratul maut itu memandang binatang tersebut maka diapun akan meraung dan melompat kerana takut, seketika itu juga putuslah roh dari badannya. Maka mati dalam keadaan ini adalah mati dalam keadaan fasik dan munafik, nerakalah tempatnya.

3. Golongan ini iblis akan menyerupai seperti binatang yang menjadi kesukaan orang yang sedang sakaratul maut, kalau orang yang akan mati itu menyukai burung maka iblis akan menyerupai burung dan apabila tangan orang yang akan mati itu meraba kepada binatang tersebut dan kemudian ia meninggal, maka ia mati dalam keadaan lalai dan lupa kepada Allah, nerakalah tempatnya.

4. Manusia yang mati dalam golongan keempat ini, iblis akan datang pada rupa orang yang paling dibencinya, maka orang yang akan sakaratul maut itu akan timbul rasa kebenciannya kepada orang yang dilihatnya itu dan berusaha membunuhnya, maka ia akan lalai dan lupa kepada Allah, dan nerakalah tempatnya .

5. Pada golongan kelima ini iblis akan datang menyerupai orang terdekatnya, misalnya orang tuanya yang membawakan makanan dan minuman.

Sumber: google

Orang yang sedang sakaratul maut itu kebetulan dalam keadaan haus dan lapar, lalu ia pun mengambil makanan dan minuman yang dibawa orang tuanya itu yang tak lain adalah jelmaan iblis, dengan rayuannya iblis berkata: wahai anaku, inilah makanan dan minuman yang kami bawakan untukmu ambillah bekal ini dan berjanjilah engkau akan mengikuti kami dengan menyembah tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak bercerai berai sekarang marilah kita menuju syurga.

Dan diapun mengikuti rayuan iblis tersebut tanpa berfikir lagi dan jika pada masa itu ia mati, maka matilah ia dalam keadaan kafir. Dan kekal lah ia di dalam neraka.

Namun ada beberapa cara untuk kita yang hidup ini, supaya menghalangi tipu daya iblis ini. Berikut ada beberapa perkara yang perlu dilakukan kepada seseorang yang hendak meninggal dunia.

sumber: google

Membasahi Kerongkongan Orang yang Tengah Sakaratul Maut

Mengapa demikian? Hal ini mampu meringankan beban orang yang tengah menderita kerana sakaratul maut, sehingga memudahkan nya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Disunnahkan bagi orang-orang yang hadir untuk membasahi kerongkongan orang yang sedang sakaratul maut tersebut dengan air atau minuman. Kemudian disunnahkan juga untuk membasahi bibirnya dengan kapas yang telah diberi air. Kerana mungkin saja kerongkong nya kering disebabkan rasa sakit yang di deritai nya, sehingga sukar untuk berkata-kata. Melalui air dan kapas tersebut seeloknya dapat mengurangkan rasa sakit yang dialami orang yang mengalami sakaratul maut, sehingga hal itu dapat mempermudah dirinya dalam mengucapkan dua kalimat syahadat.” (Al-Mughni : 2/450 milik Ibnu Qudamah).

Mentalkinkan Dengan Kalimat “laailahaillallah”

Dengan bimbingan ucapan “laailahaillallah” secara berulang kali dan secara terus menerus sehingga nyawa tercabut dari badan. Jika kalimat itu terlalu panjang saat menjelang nyawa tercabut dari badan, maka pendamping boleh meringkasnya menjadi kalimat “Allah..Allah”

Hadist Riwayat Muslim “Talkinkanlah olehmu orang yang mati diantara kami dengan kalimat Laailahaillallah karena sesungguhnya seseorang yang mengakhiri ucapannya dengan itu ketika matinya maka itulah bekalnya sesungguhnya seseorang yang mengakhiri ucapannya dengan itu ketika mati maka itulah bekalnya menuju syurga”.

Membimbing Pesakit Dalam Keadaan Sakaratul Maut Agar Berbaik Sangka Kepada Allah

Di dalam keadaan apa pun juga sebenarnya kaum muslim dituntut untuk selalu berbaik sangka pada Allah. Walaubagaimana cara sekalipun, dalam keadaan yang sangat sukar disaat sakaratul maut, orang-orang terdekatnya dianjurkan untuk membisik pada telinganya dengan kalimat baik, penyebutkan kata Allah berulang padanya dan memberikan hiburan untuk bersemangat dalam menghadapi sakit yang dicderitanya, walaupun itu dalam kondisi sangat payah.
Ibnu Abas berkata ”Apabila kamu melihat seseorang menghadapi maut, hiburlah dia supaya bersangka baik pada Tuhannya dan akan berjumpa dengan Tuhannya itu”

 

Sumber: www.islamik.info ,islamidia.com